Berisi berita yang masih baru,teraktual,terupdate,dan terpercaya dari berbagai macam sumber

Susi Pudjiastuti Berbagi Kisah: Jual Bed Cover Sampai Jadi Menteri

Menteri Susi Hadiri Kelulusan Mahasiswa Universitas Sampoerna. (Foto: Dok. KKP)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri acara Wisuda Kelulusan Mahasiswa Universitas Sampoerna di Jakarta. Di acara tersebut, Susi bercerita tentang perjalanannya dunia usahanya sebelum menjabat menteri kabinet Jokowi-JK.
Di hadapan para wisudawan, Susi bercerita ia pernah menjual bed covernya sampai menjual perhiasannya. Hal tersebut ia lakukan untuk menjadi pengepul ikan. 

"Sebelum menjadi menteri, banyak sudah yang saya lakukan. Dari jualan bed cover, hingga menjual perhiasan saya sebagai modal menjadi pengepul ikan," ujar Susi melalui keterangan dari KKP, Sabtu (20/10).
Singkat cerita, Susi berhasil mengumpulkan modal usahanya dan bisnisnya semakin berkembang. Ia kemudian memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman dana ke bank untuk mengembangkan usahanya.
Pada tahun 2004, Susi membeli sebuah pesawat jenis Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar. Pesawat itu ia gunakan untuk mengangkut hasil laut ke Jakarta hingga luar negeri.
"Satu-satunya pesawat yang saya miliki itu saya gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang," jelas Susi.
"Ini dilakukan agar produk-produk perikanan yang diekspor dapat tetap dalam keadaan hidup dan masih segar," tambahnya. 
Pesawat yang dibelinya itu juga menjadi pesawat pertama yang mendarat di Aceh dalam misi memberikan bantuan untuk korban tsunami. Sejak saat itulah nama Susi Air menjadi ramai diperbincangkan.
"Dari situ, banyak orang tahu tentang Susi Air. Banyak juga media yang meliput, hingga nama Susi Air sekarang diketahui banyak orang. Ya, itu sekilas tentang perjalanan saya di dunia bisnis, yang berpegang teguh pada apa yang diimpikan," jelas Menteri Susi. 
Susi kini menjabat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia juga sebelumnya tak menyangka bisa menjadi menteri. Namun demikian Susi mengatakan akan berusaha menjaga perairan Indonesia.
Di hadapan 104 lulusan Universitas Sampoerna, Susi kemudian meminta agar para lulusan mempunyai pola pikir baru dalam mengelola sumber daya yang dimiliki Indonesia.
"Saya pun tidak menyangka akan menjadi menteri. Tapi dengan menjadi menteri, saya akan berusaha menjaga kedaulatan perairan Indonesia. Saya ingin pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan," tuturnya.  
"Sebagai generasi muda, Anda semua semestinya memiliki pola pikir baru dalam mengelola sumber daya kita. Alih-alih mengeksploitasi, kita harus mengelolanya secara berkelanjutan karena melindungi sumber daya sebenarnya dapat lebih menguntungkan kita," kata Susi.
Back To Top