Berisi berita yang masih baru,teraktual,terupdate,dan terpercaya dari berbagai macam sumber

Jokowi: Saya mendengar ada masalah dalam program Solar campur 20 persen minyak sawit

Jokowi. ©2014 merdeka.com/fikri faqih
Jokowi mengatakan, dari informasi yang kantonginya terdapat kendala dalam realisasi program tersebut.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta menteri terkait untuk melaporkan pelaksanaan program biodiesel 20 persen atau pencampuran 20 persen minyak sawit pada Solar (B20). Ini disampaikannya dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna tentang evaluasi penanganan bencana alam.
"Berkaitan dengan B20, saya nanti minta laporan harus dipastikan eksekusinya di lapangan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10).
Jokowi mengatakan, dari informasi yang kantonginya terdapat kendala dalam realisasi program tersebut.
"Saya mendengar ada sedikit masalah mengenai pasokan dari CPO-nya di lapangan jadi saya minta laporan mengenai hal ini," tuturnya.
B20 merupakan kebijakan pencampuran 20 persen bahan bakar menggunakan biodiesel. Selama ini, penyaluran minyak sawit (Fatty Acid Methyl Eter/FAME) yang akan dicampurkan dengan Solar dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) ke Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) seperti Pertamina, kerap terlambat.
Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo mengatakan, lambatnya pengiriman Biodiesel mengakibatkan penyaluran B20 oleh Pertamina ke konsumen ritel di SPBU belum berjalan maksimal.
"Penyaluran B20 belum bisa dilakukan secara maksimal dikarenakan keterlambatan suplai Biodiesel dari beberapa BU BBN ke beberapa Terminal BBM Pertamina," kata dia, Rabu (26/9).
Back To Top