Berisi berita yang masih baru,teraktual,terupdate,dan terpercaya dari berbagai macam sumber

Jokowi: Pemerintah Suntik BPJS Rp 4,9 Triliun, tapi Masih Kurang...

Bayu Prasetyo
Presiden Joko Widodo (tengah) memberikan keterangan mengenai pembatalan kenaikan harga premium di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10). Presiden menjelaskan pembatalan keputusan penaikan harga bahan bakar minyak jenis premium dengan mempertimbangkan kepentingan rakyat dan pertumbuhan ekonomi. 
JAKARTA,  - Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah sudah menyuntik dana talangan Rp 4,9 Triliun untuk menutup defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun menurut Jokowi, suntikan dana sebesar itu masih belum cukup.
"Ini pun masih kurang lagi. 'Pak masih kurang. Kebutuhan bukan Rp 4,9 Triliun'," kata Jokowi saat menghadiri Pembukaan Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2018). 
"Lah kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta," tambah dia.
Jokowi meminta Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris untuk segera memperbaiki sistem manajemen yang ada. Jokowi mengakui, menyelenggarakan jaminan kesehatan di negara yang besar seperti Indonesia tidak lah mudah. Namun, jika sistem dibangun secara benar, Jokowi meyakini BPJS bisa terhindar dari defisit keuangan.
"Saya sering marahi Pak Dirut BPJS, tapi dalam hati, saya enggak bisa keluarkan, ini manajemen negara sebesar kita enggak mudah. Artinya Dirut BPJS ngurus berapa ribu rumah sakit. Tapi sekali lagi, kalau membangun sistemnya benar, ini gampang," kata Jokowi.
Di sisi lain, Jokowi juga meminta masyarakat untuk menjaga kesehatannya. Menurut dia, biaya perawatan berbagai penyakit memang tidak murah.
Misalnya, untuk menanggung masyarakat yang terkena penyakit jantung, pada 2017 lalu BPJS harus menggelontorkan dana Rp 9,25 triliun. Sementara untuk klaim pengobatan kanker mencapai Rp 3 triliun dan gagal ginjal Rp 2,25 triliun.
"Yang ingin saya katakan bahwa, mencegah penyakit juga utama sangat utama, sebagaimana kita mengobati. Mempromosikan gaya hidup sehat juga sangat utama," kata mantan Gubernur DKI ini.
Back To Top