Berisi berita yang masih baru,teraktual,terupdate,dan terpercaya dari berbagai macam sumber

7 Mitos Kesehatan yang Tak Terbukti Kebenarannya, Ada yang Sering Dilakukan Banyak Orang

7 Mitos Kesehatan yang Tak Terbukti Kebenarannya

 Banyak mitos tentang kesehatan yang selama ini beredar di masyarakat.
Mitos tentang kesehatan tersebut terus beredar di masyarakat meski belum terbukti kebenarannya.
Mitos tentang kesehatan yang beredar di masyarakat beraneka ragam mulai dari segi makanan sampai pola hidup.
Kini masyarakat tidak perlu merisaukan mitos-mitos tentang kesehatan tersebut.
Itu karena ada sejumlah ilmuwan yang berhasil menemukan fakta-fakta ilmiah yang bisa menyanggah mitos tersebut.
Berikut Grid.ID melansir dari Bright Side, 7 mitos tentang kesehatan yang tak terbukti kebenarannya.
1. Gluten tidak baik untuk kesehatan
Gluten adalah adalah salah satu jenis protein yang terkandung dalam gandum dan biji-bijian.
Dilansir Grid.ID dari Medical News Today, sejumlah orang memilih untuk menghindari makan makanan yang mengandung gluten karena alasan tertentu seperti alergi.
Gluten bisa membahayakan usus kecil pengidap penyakit celiac.
Di pasaran terdapat makanan yang beredar dengan keterangan gluten-free atau bebas gluten.
Ilmuwan menemukan bahwa makanan yang bebas gluten mengandung lebih banyak kalori, gula, lemak, dan sedikit protein.
Bagi orang sehat, membatasi jumlah asupan gluten bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.
2. Arang aktif bisa menyembuhkan efek samping setelah minum alkohol
Contoh efek samping yang bisa muncul jika seseorang minum minuman beralkohol adalah pusing dan mabuk.
Saat alkohol yang diminum berubah menjadi racun, maka seseorang akan mengalami gejala hangover atau pusing yang luar biasa.
Mitos yang beredar adalah arang aktif bisa membantu untuk menyembuhkan gejala ini.
Arang aktif memang bisa menyerap racun di dalam tubuh, tapi itu hanya bisa efektif di satu jam pertama.
Namun jangan gunakan arang aktif di pagi hari karena itu akan tidak berguna.
Jadi untuk menyembuhkan gejala hangover bisa dengan cara lain seperti minum air yang banyak.
3. Ada kalori negatif dalam makanan
Seledri, anggur, brokoli, tomat, dan timun, disebut sebagai makanan dengan kalori negatif.
Tapi ternyata tidak ada ilmuwan yang mendukung hal ini.
Fakta yang ditemukan oleh para ilmuwan adalah makanan ini mengandung banyak air dan serat di mana tubuh tidak butuh banyak energi untuk mencernanya.
4. Tidak baik untuk minum sambil makan
Siapa bilang makan tidak boleh sambil minum?
Faktanya semua air yang diminum membantu makanan untuk menuruni kerongkongan sampai ke perut.
Air yang diminum saat makan bisa membantu proses pencernaan seperti memecah gumpalan makanan yang besar dan menghasilkan asam.
Selain itu, air juga bisa melarutkan sekresi asam lambung tapi tetap tidak mengganggu proses pencernaan.
5. Sabun batang bisa menyalurkan bakteri
Tidak ada sabun yang bisa menyalurkan bakteri!
Bahkan jika ada seseorang yang terjangkit virus Ebola menggunakan sabun batang, kamu akan tetap aman untuk memakai sabun yang sama.
Sejumlah ilmuwan melakukan percobaan di mana mereka meletakkan bakteri di sabun, mencuci tangannya, dan memberikan sabun itu ke orang lain.
Hasilnya menunjukkan bahwa mereka tidak menemukan bakteri apapun di tangan orang yang memakai sabun berbakteri tersebut.
6. Deodoran berbahaya untuk digunakan
Di tahun 60-an, banyak orang yang percaya jika deodoran bisa menyebabkan seseorang mengidap penyakit Alzheimer.
Sebuah asosiaso Alzheimer mengatakan bahwa tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa zat yang terkandung dalam deodoran bisa menyebabkan Alzheimer.
Selain itu, orang-orang juga percaya jika menggunakan deodoran bisa menyebabkan munculnya penyakit ginjal.
Mitos ini kembali disanggah oleh sebuah yayasan ginjal nasional.
Mereka menjelaskan bahwa tidak mungkin untuk menyerap begitu banyak zat melalui kulit yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal.
Bahkan mitos jika deodoran bisa menyebabkan kanker payudara juga disanggah oleh institusi kanker nasional dan tidak terbukti kebenarannya.
7. Harus berjalan 10 ribu langkah setiap hari
10 ribu langkah adalah angka acak yang digunakan orang Jepang untuk melakukan kampanye di tahun 60-an.
Peningkatan intensitas kegiatan yang signifikan bisa memberikan dampak negatif pada orang yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes dan orang lanjut usia.
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa untuk tetap sehat, seseorang harus berjalan sebanyak 5 ribu sampai 8 ribu setiap harinya.
Para ilmuwan menyarankan bahwa seseorang setidaknya harus berjalan sebanyak 7.500 langkah per hari. 
Back To Top