Berisi berita yang masih baru,teraktual,terupdate,dan terpercaya dari berbagai macam sumber

3 Fakta Sumur Berbau BBM di Mojokerto, Berbau menyengat dan Menunggu Hasil Lab

SURYA/Danendra Kusumawardana
Khoirudin, warga Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Pungging, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan air sumur miliknya yang diduga mengandung BBM Pertalite.
 - Warga Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Kabupaten Mojokerto, gempar setelah mengetahui air di dalam sumur milik Khoiruddin diduga mengandung Bahan Bakar Minyak (BBM).
Air di dalam sumur tersebut baunya menyengat dan warnanya mirip dengan pertalite. Dinas terkait sudah mengambil sampel dari air tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.
Ini sejumlah fakta terkait air sumur berbau BBM di Mojokerto.

1. Sumur milik Khoirudin tiba-tiba berbau BBM

Khoirudin (35) memilih untuk menggunakan air dari PDAM alih-alih menggunakan air dari sumur miliknya.
Pasalnya, air dari sumur sedalam 17 meter miliknya tiba-tiba berbau menyengat dan berwarna kehijauan, murip dengan BBM pertalite.
Sebelumnya, Khoirudin dan keluarganya menggunakan air sumur tersebut untuk keperluan sehari-hari.
"Fenomena ini baru terjadi kali ini saja. Sebelum-sebelumnya tidak pernah seperti ini. Air dapat digunakan untuk minum," kata Khoirudin, Selasa (16/10/2018).

2. Sudah dimasak, namun tetap berbau menyengat

"Pada saat saya rebus dan diminum aromanya bensin tidak hilang, menyengat sekali. Akhirnya tidak saya konsumsi. Awalnya kalau dibuat memasak tidak ada masalah dari segi rasa dan bau," kata Khorudin.
Penemuan air berbau BBM tersebut segera menarik perhatian warga di desanya.
Khorudin dan warga desa menduga, air sumur miliknya bisa terbakar karena mirip dengan BBM.
"Kalau dilihat dari warnanya mirip bahan bakar pertalite. Tapi untuk pastinya saya tidak tahu," katanya.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto segera datang ke lokasi dan mengambil sampel air milik Khoirudin.

3. Khorudin menunggu hasil laboratorium

Khoirudin mengatakan, dirinya belum tahu penyebab pasti air sumurnya yang berbau BBM. Dirinya juga masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Lingkungkan Hidup.
"Saya juga menunggu hasilnya. Solusi dari masalah ini juga belum saya dapatkan. Apakah saya harus mengebor atau menutup sumur, kata perangkat desa tunggu hasil penelitian saja," pungkasnya.
Khoirudin juga belum menanyakan ke pihak SPBU yang berlokasi sekitar 50 meter dari desanya.
"Tapi saya tidak tahu apa penyebab pastinya. Saya juga belum menanyakan ke pihak POM bensin," katanya.
Back To Top